Dugaan kuat Manipulasi Data LHKPN Kadis Dinas kesehatan Semakin menguak dengan Adanya Dugaan percobaan Untuk Menyuap Wartawan 

  • Whatsapp

Tulang Bawang, Benualampung.com – Terkait dugaan manipulasi data di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh Kepala Dinas Kesehatan Fatoni yang membohongi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ini jawaban Kepala Bidang Yankes, Akmal mewakili Kepala Dinas Kesehatan Fatoni saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang. Jum’at 23 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Akmal berkilah mengenai kendaraan roda empat merek Toyota jenis Raize Sporty warna merah milik Fatoni yang tidak dimasukkan ke dalam LHKPN tahun 2025 masih dalam proses kredit.

“Benar kendaraan tersebut milik Bati (sapaan akrab Fatoni), tetapi kendaraan tersebut masih tahapan kredit belum lunas jadi tidak dimasukan ke dalam LHKPN,” ucapnya

Selain, memberikan penjelasan terkait aset alat transportasi milik kepala dinasnya, Akmal juga mencoba memberikan sejumlah dana untuk memberhentikan pemberitaan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Fatoni diduga melakukan manipulasi data LHKPN tahun 2025.

Berikut hasil LHKPN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Fatoni :

Data Harta tanah dan bangunan.
1. Tanah dan Bangunan Seluas 60.000 m2/36 m2 di Kabupaten Tulang Bawang senilai Rp. 55x.xxx.xxx

2. Tanah dan Bangunan Seluas 129 m2/74 m2 di Lampung Selatan dengan nilai Rp. 3xx.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

3. Tanah dan Bangunan Seluas 199 m2/36 m2 di Kabupaten Tulang Bawang dengan nilai Rp. 35x.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

Alat Transportasi dan Mesin.
1. Mobil Honda Minibus tahun 2014 dengan nilai Rp. 12x.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

2. Motor Yamaha sepeda motor roda 2 tahun 2012 dengan nilai Rp. 7.xxx.xxx

Harta Bergerak Lainnya dengan nilai Rp. 12.xxx.xxx

Surat berharga dengan nilai Rp. O,-

Kas dan Setara Kas dengan nilai Rp. 24.xxx.xxx

Harta lainnya senilai Rp. 0,-

Sehingga total keseluruhan aset yang dimiliki oleh Fatoni sebesar Rp. 1.3xx.xxx.xxx., dengan jumlah Hutang sebesar Rp. 0,-.

Dari pengumuman hasil LHKPN di KPK website, terdapat aset yang tidak dilaporkan oleh Fatoni berupa 1 unit kendaraan roda empat merek Toyota jenis Raize Sporty warna merah yang baru dibeli pada pertengahan tahun 2025.

Sebelumnya, terdapat juga modus yang dilakukan oleh Fatoni dalam memanipulasi data LHKPN dalam rentan waktu 5 tahun dimulai pada tahun 2019 sampai 2022 yang tidak ada kenaikan dan penurunan aset maupun penambahan aset, sehingga dalam kurun 4 tahun harta kekayaannya tetap di angkat Rp. 1,6 Miliar.

Selain itu, pada tahun 2023, hanya ada penambahan aset di harta bergerak lainya kurang lebih senilai Rp. 12 juta.

 

(Yuhari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *