Diduga Manipulasi LHKPN, Kadis Kesehatan Tulang Bawang Fatoni Bohongi KPK

  • Whatsapp

Tulang Bawang, Benualampung.com – Diduga Manipulasi data di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Dinas Kesehatan Fatoni bohongi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isu tersebut muncul setelah KPK mengumumkan hasil penyampaian laporan tahunan per 7 Januari 2026 di Website KPK. Rabu 21 Oktober 2026.

Berikut hasil LHKPN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Fatoni :

Bacaan Lainnya

Data Harta tanah dan bangunan.
1. Tanah dan Bangunan Seluas 60.000 m2/36 m2 di Kabupaten Tulang Bawang senilai Rp. 55x.xxx.xxx

2. Tanah dan Bangunan Seluas 129 m2/74 m2 di Lampung Selatan dengan nilai Rp. 3xx.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

3. Tanah dan Bangunan Seluas 199 m2/36 m2 di Kabupaten Tulang Bawang dengan nilai Rp. 35x.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

Alat Transportasi dan Mesin.
1. Mobil Honda Minibus tahun 2014 dengan nilai Rp. 12x.xxx.xxx (Hasil Sendiri)

2. Motor Yamaha sepeda motor roda 2 tahun 2012 dengan nilai Rp. 7.xxx.xxx

Harta Bergerak Lainnya dengan nilai Rp. 12.xxx.xxx

Surat berharga dengan nilai Rp. O,-

Kas dan Setara Kas dengan nilai Rp. 24.xxx.xxx

Harta lainnya senilai Rp. 0,-

Sehingga total keseluruhan aset yang dimiliki oleh Fatoni sebesar Rp. 1.3xx.xxx.xxx., dengan jumlah Hutang sebesar Rp. 0,-.

Dari pengumuman hasil LHKPN di KPK website, terdapat aset yang tidak dilaporkan oleh Fatoni berupa 1 unit kendaraan roda empat merek Toyota jenis Raize Sporty warna merah yang baru dibeli pada pertengahan tahun 2025.

Sebelumnya, terdapat juga modus yang dilakukan oleh Fatoni dalam memanipulasi data LHKPN dalam rentan waktu 5 tahun dimulai pada tahun 2019 sampai 2022 yang tidak ada kenaikan dan penurunan aset maupun penambahan aset, sehingga dalam kurun 4 tahun harta kekayaannya tetap di angkat Rp. 1,6 Miliar.

Selain itu, pada tahun 2023, hanya ada penambahan aset di harta bergerak lainya kurang lebih senilai Rp. 12 juta.

Saat hendak diwawancarai setelah mengikuti rapat koordinasi di aula kantor dinas kesehatan, Fatoni lebih memilih melempar bola ke Sekertaris sembari pergi untuk tidak memberikan jawaban terkait dugaan manipulasi data LHKPN dirinya.

Hingga berita ini diterbitkan, Fatoni belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan manipulasi LHKPN tersebut.

 

(Yuhari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *