LAMPUNG SELATAN, Benualampung.com – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (25/10/2026).
Gubernur Mirza mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada kemajuan ekonomi, pertanian, teknologi, dan pendidikan, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai agama sebagai landasan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA), hingga pondok pesantren.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak yang baik, kepedulian sosial, cinta damai, serta semangat membangun bangsa.
“Indonesia Emas hanya bisa dicapai kalau generasinya menjadi generasi emas. Generasi yang kita harapkan adalah generasi yang berakhlak baik, cinta damai, menyayangi sesama, mencintai negara, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Gubernur Mirza mencontohkan sejumlah tokoh peradaban Islam yang berhasil memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kehidupan sejak usia dini.
Gubernur Mirza juga menyampaikan kebanggaannya terhadap banyaknya tokoh di Provinsi Lampung, termasuk pejabat pemerintahan dan unsur legislatif, yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren.
Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan agama dan pencapaian di bidang kepemimpinan dapat berjalan beriringan.
“Jangan takut mengajarkan anak-anak kita Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan seorang pencinta Al-Qur’an tidak hanya terlihat dari bacaan dan hafalannya, tetapi juga dari akhlak serta amal perbuatannya,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan generasi Qurani, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalankan program beasiswa bagi anak-anak di desa untuk mengikuti pendidikan tahfiz Al-Qur’an.
Program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an tersebut menargetkan 2.500 anak setiap tahun untuk mendapatkan pendidikan di pondok pesantren dengan harapan mampu menghafal Al-Qur’an dalam kurun waktu tiga tahun.
Program ini diharapkan dapat melahirkan para hafiz yang berperan sebagai penggerak nilai-nilai keagamaan sekaligus menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat di desa masing-masing.
Gubernur Mirza berharap melalui program tersebut, kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh di seluruh wilayah Lampung dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta berkemajuan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang bersedia menjadi tuan rumah MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas, menghormati dewan hakim, serta menjadikan MTQ sebagai kesempatan untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat identitas Lampung Selatan dan Provinsi Lampung sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki kehidupan masyarakat yang religius dan berlandaskan akhlak mulia.
Ia berharap dari ajang tersebut lahir Qori dan Qoriah, hafiz dan hafizah, serta generasi muda yang unggul dalam prestasi sekaligus mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ ke-53 Tahun 2026 mengusung tema “Dahsyatnya Al-Qur’an Menggali Serambi Indonesia Maju”.
Tema tersebut mengandung harapan agar Al-Qur’an senantiasa menjadi sumber cahaya, pedoman kehidupan, dan inspirasi dalam membangun masyarakat Lampung yang religius, harmonis, berakhlak mulia, serta berkemajuan.
MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 diikuti 493 peserta, terdiri atas 256 peserta putra dan 237 peserta putri dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Pelaksanaan MTQ berlangsung pada 25–30 Oktober 2026.
Babak penyisihan dijadwalkan pada 26–28 Oktober, babak final pada 29 Oktober, sedangkan rapat pleno dewan hakim serta pengumuman juara dan penutupan dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.
Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, MTQ ke-53 juga menjadi bagian dari upaya pembinaan peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Lampung pada MTQ Tingkat Nasional Tahun 2027.
Melalui penyelenggaraan MTQ ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap syiar Al-Qur’an semakin meluas, silaturahmi antardaerah semakin kuat, serta lahir generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Lampung menuju Indonesia Emas 2045.
(Yuhari)








