Tulang Bawang, Benualampung.com – Sekertaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang lempar bola panas ke Kabag keuangan. Terkait pengelolaan anggaran makan minum yang menelan mencapai miliaran rupiah tahun anggaran 2026. Selasa 15 September 2026.
Diketahui, pengelolaan anggaran makan minum Sekretariat DPRD tersebut menelan anggaran mencapai miliaran rupiah yang diperuntukkan untuk kegiatan rapat dan kegiatan rapat jamuan tamu.
Secara umum belanja makan dan minum dengan nominal diatas Rp. 800 juta tidak dapat dilakukan dengan metode pengadaan langsung. Berdasarkan regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah terbaru yang diatur dalam Perpres no.16/2018 berserta perubahannya di Perpres no.12/2021 dan Perpres no.46/2025. Yang mana belanja makan dan minum dikategorikan sebagai barang atau jasa lainnya.
Semestinya, Sekretariat DPRD Kabupaten Tulang Bawang dalam pengelolaan anggaran belanja makan dan minum di nominal lebih 800 juta dilakukan dengan metode tender cepat.
Namun, Sekretariat DPRD Kabupaten Tulang lebih memilih menggunakan metode pengadaan langsung. Sehingga nominal pengadaan diatas 800 juta yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD dinilai telah melebihi ambang batas resmi.
Sehingga, menimbulkan dugaan adanya mark-up dan tindakan ilegal dengan melakukan pemecahan paket yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tulang Bawang dalam pengelolaan anggaran belanja makan dan minum.
Saat diwawancarai terkait pengelolaan anggaran belanja makan dan minum tahun anggaran 2026, Sekwan DPRD Kabupaten Tulang Andi Supriadi justru mengungkapkan, hal yang tidak realistis dengan mengatakan bahwa dirinya tidak memahami secara detail teknis pengelolaan anggaran belanja makan dan minum yang diperuntukkan untuk kegiatan rapat di Sekretariat DPRD.
“Iya adinda, terkait anggaran makan minum rapat dan tamu, secara teknis kan saya gak megangnya, yang lebih tau itu kabag keuangan, nanti saya tanyakan dulu dengan merekan. Akan saya kumpulkan dulu kabag program keuangan, karena mereka yang megang teknisnya, kalau saya kurang jelas juga teknisnya seperti apa,” kata Andi Supriadi berkilah.
(Yuhari)








