Tulang Bawang Barat, Benualampung.com – Sungguh miris Jatah Tiga hari porsi menu kering makanan Bergizi gratis (MBG) Di Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di sekolah Dasar negeri (SDN) 24 Tiyuh Daya Sakti Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung mencuat di protes wali murid lantaran dinilai tidak sesuai diduga menyalahi standar ketentuan
Sejumlah wali murid yang tidak ingin di sebutkan identitasnya mengatakan bahwa pihaknya memintak agar pemilik dapur
SPPG MBG tersebut dapat segera di lakukan evaluasi karena ketentuan bajet anggaran yang sudah ditentukan oleh pemerintah untuk persiswa namun justru tidak sesuai dengan porsi menu kering MBG yang diberikan kepada siswa -siswi di sekolah
“kaget aja Anak kami membawa pulang paket makanan bergizi gratis (MBG) kering yang diklaim sebagai jatah selama tiga hari
isinya cuma: 2 butir telur rebus, 2 sayap ayam, 1 susu kotak, 1 buah apel, 1 buah jeruk, dan 3 butir kurma. sangat jauh dari harapan untuk mendukung pemenuhan gizi anak,” kata sejumlah wali murid pada Senin (23/02/2026)
Para orang tua siswa -siswi di sekolah tersebut juga membandingkan kondisi sebelumnya.sebelum bulan Ramadhan
siswa mendapatkan nasi beserta lauk-pauk lengkap setiap hari, sistem yang diubah menjadi paket “makanan kering jatah tiga hari sekali itu banyak kejanggalan yang berdampak merugikan siswa dan siswi penerima program unggulan presiden republik indonesia
“kami berharap persoalan ini dapat menjadi perhatian serius pihak pemerintah Daerah maupun pusat serta DPRD dan BGN dapat segera menyikapainya jika pihak Dapur SPPG itu menyalahi standar kelayakan ketentuan dapat di beri sangsi atau di relomendasikan di tutup saja karena setiap hari anak kami selalu beri makan dan minum yang lebih layak,”uangkapan kecewa sejumlah wali murid itu.
Kondisi itu memicu kekhawatiran para orang tua bahwa program strategis pemerintah pusat ini bisa terhambat atau menyimpang
di tingkat pelaksana.instansi terkait di desak wali murid dapat bertidak tegas melakukan audit serta evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) atau pihak penyelenggara yang ditunjuk.
“Kami harap kepada semua pihak terkait segera mengambil tindakan mengevaluasi pihak penyelenggara. Jangan sampai program mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto ini justru dirusak oleh oknum yang mencari keuntungan dengan mengurangi hak gizi anak-anak kami,” tegasnya.
Sementara saat dikomfirmasi sejumlah awak media Pihak Sekolah setempat membenar kan soal Paket menu kering MBG untuk Tiga Hari tersebut berbeda dibandingkan menu MBG yang diterima siswa siswi di sekolah lain di kabupaten tubaba
” iya benar paket yang dibawa pulang oleh siswa siswi itu jatah makanan bergizi kering untuk jangka waktu tiga hari kami juga heran kok di sekolahan lain beda porsi menunya lebih banyak dibandingkan di sekolahan kita ini bayak wali murid mengeluh karena porsinya di nilai tidak sesuai,” uangkap singkat salah seorang guru
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara program MBG di wilayah Kecamatan Tumijajar kabupaten setempat belum berhasil di mintai keterangan soal porsi menu kering jatah tiga hari yang di keluhan wali murid sejumlah awak media masih terus berupaya melakukan komfirmasi kepada pihak Dapur SPPG tersebut untuk mintai keterangan.
(Yuhari)








