Penantian 30 Tahun Warga Rawa Pitu Berakhir, Infrastruktur Mulai Dibenahi

  • Whatsapp

Tulang Bawang, Benualampung.com – Di tengah hamparan lumbung pangan Tulang Bawang, sebuah penantian panjang selama lebih dari 30 tahun akhirnya menemui titik terang. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menembus debu jalanan untuk meninjau penanganan reaksi cepat ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa (03/03/2026). Sebelumnya, Gubernur juga meninjau ruas Sp. Unit VIII – Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru.

​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban atas jeritan hati petani yang selama puluhan tahun bergelut dengan infrastruktur yang lumpuh. Rawa Pitu, sang raksasa penghasil padi, sawit, dan karet, kini diprioritaskan untuk merdeka dari belenggu jalan rusak yang selama ini mengancam harga komoditas rakyat.

Bacaan Lainnya

​“Ini ruas sangat luar biasa. Rawa Pitu ini penghasil komoditas utama, terutama padi. Kita ingin segera diperbaiki jalannya tahun ini supaya harga komoditas tidak nyungsep dan masyarakat bisa makmur,” ujar Gubernur Mirza dengan nada optimis.

“Ini sudah 30 tahun lebih mereka tinggal di sini, tidak pernah melihat jalan bagus. Setiap tahun hanya rusak dan rusak,” tambahnya.

*​Eksekusi Nyata: Beton untuk Kesejahteraan*
Pemerintah Provinsi Lampung tidak main-main. Anggaran fantastis senilai lebih dari Rp130 miliar dikucurkan untuk memastikan jalan ini tidak lagi menjadi jebakan bagi kendaraan pengangkut hasil bumi. Skema percepatan pun dilakukan, tender yang semula dijadwalkan bulan Mei, ditarik maju ke bulan Maret agar alat berat bisa segera menderu di lokasi pada awal April. Target besar dicanangkan: konektivitas total sepanjang 40 kilometer lebih akan tuntas sepenuhnya pada 2028.

​“Tahun ini ada yang langsung kita rigid beton. Area yang belum terjangkau beton tahun ini, akan kita tutup dengan base agar tidak ada lagi mobil yang jeblos,” tegas Gubernur.

*​Harapan yang Kembali Bersemi*
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti warga saat melihat pemimpin mereka hadir di tengah kepulan debu Rawa Pitu. Subari, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa kehadiran Gubernur adalah sebuah kebanggaan yang menyerap aspirasi mereka hingga ke akar rumput.

​Senada dengan itu, Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., menyebut langkah ini sebagai “eksekusi yang luar biasa”. Bagi 3.000 penduduk desa dan ribuan warga lainnya di Kecamatan Rawa Pitu hingga Penawar Aji, beton yang akan tertanam bukan sekadar material konstruksi, melainkan urat nadi kehidupan yang akan membawa hasil panen mereka menuju kesejahteraan yang lebih baik.

​Dengan percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dalam pembangunan, terutama mereka yang menjadi tulang punggung pangan daerah.

 

(Yuhari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *