Metro,benualampung.com – ojeg pangkalan yang berada dikota metro tepat dipangkalan lampu merah Ganjar agung metro barat mengeluh dengan kondisi menjelang hari raya idul Fitri tahun ini.Rabu (19/04/2023)
Pasalnya para ojeg pangkalan yang berada di lokasi perempatan lampu merah Ganjar agung metro barat berjumlah sepuluh (10) orang atau sepuluh driver ojeg dan hampir rata rata driver tersebut adalah asli warga kota metro
Saat media benualampung.com mencoba menggali informasi dari salah satu driver ojeg pangkalan yang berada dilokasi pangkalan lampu merah Ganjar agung metro barat tersebut bertemu langsung dengan “Ud”(40) warga 16c metro selatan,dirinya menjelasakan bahwa kondisi menjelang hari raya idul Fitri tahun ini dan tahun lalu penumpang yang ada semakin sepi . Jelasnya
Lanjutnya “Ud”(40) dirinya juga menerangkan bahwa driver ojeg pangkalan yang ada dilokasi tersebut berjumlah sepuluh orang ,itupun kadang yang aktif hanya delapan orang. ” kondisi tahun ini meski covid19 sudah berakhir dan pemudik sudah bisa pulang kampung tetapi tidak mengubah kami untuk mendapatkan penumpang, kami disini para driver ojeg pangkalan lampu merah Ganjar agung hanya mengandalkan penumpang dari bis yang dari Rajabasa kemetro,meski penumpang dibongkar dilokasi lampu merah Ganjar agung tetap saja tidak mengubah kami untuk mendapatkan penumpang” . Terangnya
Masih kata “Ud” dirinya juga menegaskan bahwa dari tahun ke tahun para ojeg pangkalan Lampung merah Ganjar agung ini semakin sepi dan semakin sulit untuk mendapatkan penumpang , ” sehari kami itu narik penumpang sebelum bulan puasa kemarin hanya satu tarikan penumpang untuk satu driver ojeg, sementara dibulan puasa menjelang lebaran ini kami sehari bisa narik satu driver membawa penumpang hanya dua sampai tiga penumpang,sementara peraturan ojeg pangkalan ini kan sistemnya bergantian dengan nomer urut beda dengan sistem ojeg online yang buka aplikasi bisa langsung dapat penumpang ” . Tegasnya
” Kami berharap sekali kepada bapak walikota metro untuk memperhatikan sekali warga seperti kami yang hanya kerjanya ojeg pangkalan dan mencari nafkah hanya untuk makan sehari hari bersama anak istri,kami tidak cari kaya kami kerja seperti ini hanya untuk cari makan sehari hari,apalagi menjelang idul Fitri seperti ini terkadang kami mengandalkan orang orang yang lewat memberi THR berupa bingkisan atau sembako ”
” Kami bukan tidak mau mendaftar ojeg online,tetapi memang kondisi kami yang tidak mendukung seperti usia kami sudah ada yang lansia ditambah lagi seperti kami ini boro boro mau pake handphone android,dari pada untuk membeli handphone android lebih baik untuk kebutuhan yang pokok sehari hari untuk nafkahi anak istri ,mudah mudahan bapak walikota metro bisa memperhatikan orang orang yang bekerja nya seperti kami ini ” . Harapnya “Ud” (Vin)








