Jakarta, Benualampung.com – Aspirasi untuk membawa Universitas Lampung (Unila) memasuki babak baru pembangunan institusi disampaikan sejumlah perwakilan guru besar dan dosen Unila kepada Prof. Warsito, Ph.D., Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
Rombongan yang dipimpin Prof. Mustofa Usman, Ph.D., menyampaikan bahwa aspirasi tersebut merepresentasikan harapan dari civitas akademika Universitas Lampung dan mendapat dukungan dari lebih dari 20 anggota Senat Universitas Lampung. Mereka berharap Prof. Warsito bersedia mulang tiyuh untuk mengabdikan pengalaman dan kapasitas kepemimpinannya bagi kemajuan Unila.
Harapan tersebut dinilai memiliki landasan kuat. Prof. Warsito bukan sosok baru bagi Universitas Lampung. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA, Dekan FMIPA, hingga Ketua Senat Universitas Lampung, serta telah mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar, sejak 13 tahun lalu.
Pengalaman kepemimpinannya kemudian berkembang pada tingkat nasional dan internasional. Saat bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Paris, Prancis, Prof. Warsito berperan dalam memperkuat hubungan Indonesia–Prancis di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan kerja sama akademik. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Deputi IV Kemenko PMK yang menangani bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa serta turut mengoordinasikan berbagai kebijakan strategis pembangunan manusia.
Bagi para utusan, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa Unila semakin terbuka terhadap jejaring nasional dan internasional, tanpa kehilangan akar dan identitasnya sebagai perguruan tinggi yang tumbuh bersama masyarakat Lampung.
Keterikatan Prof. Warsito dengan Unila, menurut mereka, juga terus diwujudkan melalui gagasan dan kontribusi pemikiran. Salah satunya adalah pengembangan keberlanjutan Cassava Centre bersama Bappenas dan Pemprov Lampung sebagai center of excellence berbasis singkong. Pusat unggulan tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon Unila sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu sentra singkong nasional melalui integrasi pendidikan, riset, inovasi, hilirisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Warsito menyampaikan rasa syukur sekaligus penghargaan atas kepercayaan yang diberikan.
“Apabila benar ini merupakan amanah yang lahir dari harapan bersama untuk kemajuan Universitas Lampung, maka dengan mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim, saya menyatakan siap menunaikan amanah ini. Universitas Lampung adalah rumah asal saya. Ke mana pun saya mengemban amanah, hati dan pengabdian saya tidak pernah jauh dari kampus tercinta kita, Unila. Jika Allah SWT meridhoi dan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, saya siap mempersembahkan seluruh pengalaman, jejaring, dan kemampuan yang saya miliki demi kemajuan Universitas Lampung,” ujar Prof. Warsito.
Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dibangun oleh satu atau sekelompok orang. Universitas yang besar membutuhkan kolaborasi, integritas, budaya akademik yang sehat, serta keterlibatan seluruh sivitas akademika dan alumni.
“Unila harus menjadi rumah besar ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian yang manfaatnya dirasakan masyarakat, Lampung, dan Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat pengabdian kepada kampus tercinta, Unila. Aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan sivitas akademika serta membawa Universitas Lampung semakin unggul, berintegritas, dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun global.
(Yuhari)








